KALIANDA, Lampung Selatan – Dua desa di Lampung Selatan menjadi titik penting perjalanan Green Pro (Green Income Prospects for Marginalized Youth), program yang digagas Paluma Nusantara untuk menciptakan masa depan hijau dan kemandirian ekonomi bagi anak muda. Sosialisasi program ini berlangsung di Aula Balai Desa Kunjir pada 23 Oktober 2025 dan di Aula Balai Desa Totoharjo pada 25 Oktober 2025.

Kedua kegiatan ini menghadirkan berbagai pihak antara lain: kepala desa, perangkat desa, petani, peternak, nelayan, karang taruna, hingga perwakilan lembaga seperti TPPKK, koperasi, dan komunitas lokal lainnya. Total ada 34 peserta di Desa Kunjir dan 29 peserta di Desa Totoharjo yang hadir dengan antusias mengikuti penjelasan program.

Dalam sosialisasi tersebut, Yuwono, Program Officer Green Pro, menjelaskan bahwa program ini berfokus pada pengembangan ekonomi hijau melalui sektor pertanian, peternakan, energi terbarukan, pengelolaan sampah, dan pemasaran digital. “Kami ingin menciptakan masa depan yang lebih hijau sekaligus membuka peluang pendapatan baru bagi generasi muda usia 18–32 tahun. Meski begitu, peserta di atas 32 tahun tetap bisa ikut berpartisipasi secara terbatas,” ujarnya.

Selama tiga tahun ke depan, hingga 2028, Green Pro menargetkan terbentuknya kelompok-kelompok usaha hijau yang mandiri, dengan dukungan pelatihan, akses pasar, dan peluang investasi. “Kami membutuhkan pemuda yang berkomitmen, mau belajar, dan berani berusaha. Dunia usaha menuntut ketekunan, dan inilah saat yang tepat bagi anak muda untuk mengembangkan potensi diri melalui bisnis hijau,” tambah Yuwono saat sosialisasi di Desa Kunjir.

Antusiasme peserta terasa kuat, dukungan juga datang dari berbagai pihak. Sardin, Kasubag Kecamatan Rajabasa, menegaskan bahwa pemerintah kecamatan siap mendukung penuh inisiatif Paluma Nusantara. “Program ini punya dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi masyarakat. Desa Kunjir sudah lama terlibat, dan kesempatan ini patut disyukuri,” ujarnya.

Kepala Desa Kunjir, Rio Imanda, menyampaikan rasa bangganya karena desanya kembali dipercaya untuk menjadi bagian dari Green Pro. “Tidak semua desa mendapat kesempatan kedua seperti kita. Kali ini, kami ingin benar-benar mengoptimalkan pelaksanaan program agar manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” tuturnya.

Nur Fadillah salah satu fasilitator lapangan Program Gre Pro

Sementara itu, di Desa Totoharjo, suasana serupa terasa hangat. Pemerintah desa, petani, peternak, dan karang taruna turut menyimak dengan saksama penjelasan tim Paluma Nusantara. Sawiri, Kasi Pemerintahan Kecamatan Bakauheni, menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap program yang sejalan dengan penguatan sektor mikro dan agribisnis. “Saya baca, Paluma ini memang banyak bergerak di bidang perempuan, anak, lingkungan, usaha mikro, dan agribisnis. Pemerintah Kecamatan Bakauheni tentu mendukung penuh kegiatan seperti ini,” ujarnya.

Kegiatan sosialisasi Green Pro di dua desa ini menjadi awal dari langkah panjang menuju masa depan ekonomi hijau yang berkelanjutan. Dengan semangat kolaborasi dan partisipasi generasi muda, Desa Kunjir dan Totoharjo diharapkan bisa menjadi contoh nyata bagaimana desa-desa di Lampung Selatan menyiapkan diri menghadapi perubahan ekonomi global — dengan tetap berpijak pada nilai keberlanjutan dan kesejahteraan bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *