Empat pria duduk melingkar di kursi rotan sambil berdiskusi santai di sebuah ruangan semi-terbuka, dengan meja kecil berisi minuman dan camilan di tengah sebagai suasana pertemuan informal.

Suasana Café Mahani, Desa Kunjir, Rabu (21/1/2026), terasa berbeda dari biasanya. Bukan sekadar tempat nongkrong, kafe ini menjadi ruang diskusi hangat dalam Workshop Hasil KKA Desa Kunjir bertajuk “Ngopi Bareng, Rancang Usaha Anak Muda”.

Sebanyak 24 peserta hadir dalam kegiatan ini. Mereka terdiri atas anak muda desa, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), relawan program, serta tim Paluma Nusantara. Seluruh peserta berkumpul dengan satu tujuan: merancang masa depan usaha desa yang lebih berdaya dan berkelanjutan.

Workshop ini menjadi ruang dialog terbuka antara anak muda dan perangkat desa. Suasana diskusi berlangsung cair tanpa sekat formal. Semua peserta duduk setara untuk membahas potensi desa dan peluang usaha yang realistis untuk dijalankan bersama. Fokus utama diskusi adalah menentukan arah usaha anak muda Desa Kunjir yang tidak hanya menjanjikan secara ekonomi, tetapi juga selaras dengan kondisi lingkungan dan potensi lokal.

Dari diskusi tersebut, muncul berbagai ide usaha yang mencerminkan semangat inovatif dan kepedulian terhadap keberlanjutan. Salah satunya adalah pengembangan pertanian organik dengan komoditas bernilai tinggi, seperti melon premium, edamame, serta berbagai tanaman hortikultura lainnya, antara lain buncis kenya, bawang merah, anggur, dan bayam Jepang. Sistem pertanian yang direncanakan menggunakan greenhouse dan teknologi tanaman cerdas air untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air sekaligus kualitas hasil panen. Ke depan, pertanian organik ini juga berpotensi dikembangkan sebagai kawasan wisata edukasi.

Selain sektor pertanian, isu lingkungan turut menjadi perhatian peserta workshop. Salah satu alternatif usaha yang mengemuka adalah pengembangan bank sampah sebagai solusi pengelolaan sampah sekaligus peluang ekonomi berbasis komunitas. Tak hanya itu, anak muda Desa Kunjir juga diajak berpikir lebih visioner melalui pengembangan energi bersih. Ide yang muncul antara lain penjualan paket panel surya dan kincir angin, serta pembangunan instalasi energi terbarukan di area lanskap untuk kebutuhan penerangan dan pompa kolam renang.

Melimpahnya hasil bumi Desa Kunjir juga membuka peluang usaha di sektor olahan pangan. Salah satu yang banyak dibahas adalah pengolahan makanan berbahan dasar pisang. Para relawan yang sebagian besar berasal dari generasi milenial dan Gen Z melihat sektor ini sebagai peluang usaha yang potensial untuk dikembangkan secara kolektif. Selain itu, terdapat pula ide usaha di bidang peternakan, seperti pengembangan ayam kampung dengan metode umbaran yang menghasilkan happy egg, serta budidaya madu trigona.

Meski banyak ide dan peluang usaha teridentifikasi, para peserta menekankan pentingnya membaca kebutuhan pasar sebelum menentukan jenis produk yang akan dikembangkan. Kesadaran akan strategi pemasaran juga mengemuka dalam diskusi. Oleh karena itu, peserta sepakat untuk mengawali setiap rencana usaha dengan melakukan survei pasar, baik untuk pemasaran daring maupun luring.

Workshop ini menjadi langkah awal yang penting dalam menyatukan visi antara anak muda dan perangkat desa. Lebih dari sekadar diskusi, kegiatan ini membuka ruang kolaborasi dan menumbuhkan optimisme bahwa anak muda Desa Kunjir mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa. Dengan pendampingan berkelanjutan serta pemetaan pasar yang matang, ide-ide usaha yang lahir dari obrolan santai ini berpotensi tumbuh menjadi ekosistem usaha desa yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *