Cut Zakiyatul Himmah, atau akrab disapa Cut, adalah perempuan muda berusia 21 tahun yang telah menjadi anggota Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Desa Kunjir sejak 2023. Perjalanan Cut di KIM bermula setahun sebelumnya, ketika Desa Kunjir menjadi desa dampingan Program Tangguh Siap pada tahun 2022. Saat itu, KIM Kunjir termasuk salah satu kelompok binaan dalam program tersebut.
Menurut penuturan Cut, awal mula ia bergabung dengan KIM bukan karena dorongan besar dari dalam dirinya. Ia diajak oleh pengurus KIM dan memilih ikut bergabung karena temannya, Maretiana, juga diajak. Tanpa banyak pertimbangan, Cut mengikuti ajakan tersebut hanya sebagai bentuk “ikut-ikutan”. Ia belum memiliki gambaran jelas tentang peran apa yang akan dijalaninya di komunitas itu.
Pada masa awal keikutsertaannya di KIM Kunjir, Cut dikenal sebagai pribadi yang pemalu dan tertutup. Dalam setiap pertemuan atau balam KIM, ia lebih sering memilih diam. Ketika dimintai pendapat, ia menunduk, menghindari kontak mata, atau berpura-pura sibuk dengan ponsel dan catatannya. Berbicara di depan orang lain, apalagi di forum, menjadi hal yang sangat ia hindari.
Namun, waktu terus berjalan. Cut tetap bertahan di KIM Kunjir dan mulai terlibat dalam berbagai kegiatan masyarakat. Ia bertemu dengan banyak orang dan memperoleh wawasan serta informasi yang jauh lebih luas dari sebelumnya, sesuatu yang jarang ia dapatkan karena Cut termasuk pribadi yang tidak terlalu aktif bersosialisasi. Perlahan, Ia mulai merasa lebih nyaman dengan lingkungan KIM. Diskusi demi diskusi membuatnya menyadari bahwa ide-idenya tidak hanya didengar, tetapi juga sering dihargai dan bahkan menjadi solusi bagi tim.
Perubahan pada diri Cut pun mulai terlihat, tidak hanya dari dalam, tetapi juga dari luar. Cara berpakaiannya menjadi lebih rapi dan sederhana, tidak lagi mencolok seperti sebelumnya. Yang paling terasa adalah keberaniannya untuk mulai bersuara dan menyampaikan pendapat, meskipun masih dengan suara pelan dan penuh kehati-hatian.
Ketika Program Green Pro masuk ke Desa Kunjir, Cut dengan penuh kesadaran dan inisiatif mendaftarkan diri sebagai Relawan Green Pro. Keputusan ini Ia ambil sebagai bentuk komitmen untuk terus belajar, memperbaiki diri, dan memberi kesempatan pada dirinya sendiri untuk bertumbuh serta merasakan setiap proses di masa mudanya. Selama mengikuti Green Pro baik dalam pelatihan relawan, FGD tingkat desa, maupun FGD basis—kepercayaan dirinya semakin berkembang.
Suatu hari, dalam sebuah FGD kajian tingkat desa yang diakhiri dengan presentasi hasil diskusi tiap tim, Cut merasakan sesuatu yang berbeda. Ada rasa gugup, tetapi juga dorongan kuat untuk mencoba. Ia menarik nafas dalam-dalam dan dengan mantap berkata, “Biar saya saja yang presentasi.”
Keputusan itu menjadi titik penting dalam perjalanannya. Perubahan Cut adalah bukti bahwa setiap orang memiliki potensi untuk berani, asalkan mau memberi kesempatan pada dirinya sendiri. Dengan waktu, dukungan, dan kemauan untuk mencoba, seseorang dapat tumbuh melampaui batas yang dulu ia kira tak mungkin dilewati.
