Di tengah aktivitasnya sebagai pemilik warung kecil di Desa Canti, Nurjanah atau yang akrab disapa Ibu Nur, menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari kebiasaan sederhana. Ia dikenal sebagai salah satu nasabah Bank Sampah Desa Canti dengan jumlah tabungan sampah terbanyak, khususnya dari jenis kardus.
Setiap hari, dari aktivitas jual beli di warungnya, Ibu Nur tidak pernah mengabaikan sisa-sisa kemasan yang sering dianggap tidak bernilai. Kardus bekas, bungkus barang, hingga limbah kering lainnya ia kumpulkan dengan rapi. Baginya, sampah bukan sekadar sisa, melainkan potensi yang bisa dimanfaatkan.
Ketekunannya dalam mengumpulkan dan memilah sampah tumbuh dari kebiasaan kecil yang ia lakukan secara konsisten. Awalnya, ia hanya mengikuti kegiatan bank sampah di desanya. Namun seiring waktu, hal tersebut menjadi bagian dari rutinitas harian yang tidak pernah ia tinggalkan.
Baca juga Awali Tahun Baru, Bank Sampah Desa Canti Lakukan Evaluasi dan Susun Langkah Penguatan
Dengan prinsip sederhana “sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi banyak,” Ibu Nur berhasil mengumpulkan tabungan sampah yang cukup signifikan. Dari kardus-kardus yang sering dipandang sebelah mata, ia mampu mendapatkan nilai tambah yang membantu kebutuhan rumah tangga, sekaligus menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Peran Ibu Nur menjadi inspirasi bagi warga lain di Desa Canti. Ia membuktikan bahwa pengelolaan sampah bukanlah hal yang sulit, melainkan soal kemauan dan kedisiplinan. Dari warung yang ia kelola, lahir sebuah kebiasaan baik yang berdampak besar. Kisah Ibu Nur adalah pengingat bahwa perubahan menuju lingkungan yang lebih bersih dapat dimulai dari diri sendiri. Dengan langkah sederhana namun konsisten, ia telah menjadi contoh nyata bahwa sampah pun bisa menjadi berkah.
