Foto suasana rapat di kantor BPBD Lampung Selatan. Belasan peserta duduk melingkari meja oval besar yang dilengkapi mikrofon dan kotak makanan. Di dinding belakang terdapat logo BPBD berukuran besar dan tulisan "PUSDALOPS KABUPATEN LAMPUNG SELATAN". Sebuah layar monitor di sisi kiri menampilkan presentasi bertajuk "Peta Wilayah Rawan Tsunami Lampung Selatan".

Selasa, 7 April 2026, Paluma Nusantara kembali menggelar pertemuan koordinasi lanjutan bersama BPBD Lampung Selatan sebagai bagian dari proses penguatan kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap potensi bencana tsunami. Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari serangkaian diskusi sebelumnya yang menitikberatkan pada penguatan kapasitas masyarakat, sistem komunikasi peringatan dini, serta peran kelembagaan dalam penanggulangan bencana.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Lampung Selatan, Maturidi, S.H, bersama sekretaris, kepala bidang, dan staf teknis. Dari unsur masyarakat, hadir perwakilan dari Desa Canti, Desa Rajabasa, dan Desa Maja.

Penguatan Kolaborasi dan Peran BPBD

Dalam pertemuan ini, salah satu poin penting yang disepakati adalah perlunya keterlibatan aktif BPBD Lampung Selatan dalam pelaksanaan simulasi. BPBD tidak hanya berperan sebagai pihak pendukung, tetapi diminta untuk terlibat langsung dalam skenario sebagai pusat komando, pengendali informasi, serta koordinator respons darurat.

Permintaan keterlibatan ini bertujuan agar simulasi yang dilaksanakan benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan, sekaligus memastikan bahwa mekanisme yang dibangun oleh masyarakat selaras dengan sistem resmi penanggulangan bencana daerah.

Simulasi penanganan bencana tsunami ini akan dilaksanakan oleh Paluma Nusantara dengan melibatkan masyarakat secara langsung, khususnya di Desa Canti dan Desa Rajabasa sebagai lokasi utama pelaksanaan. Kedua desa tersebut dipilih karena merupakan wilayah pesisir dengan tingkat risiko yang cukup tinggi terhadap potensi tsunami.

Masyarakat di kedua desa akan menjadi aktor utama dalam simulasi, mulai dari menerima informasi peringatan dini hingga melakukan evakuasi secara mandiri menuju titik aman.

Skenario Simulasi dan Alur Informasi

Simulasi dirancang dengan skenario kejadian tsunami yang berawal dari Pulau Sebesi. Dalam skenario ini, masyarakat Pulau Sebesi berperan sebagai pihak pertama yang mendeteksi atau menerima informasi awal terkait potensi tsunami.

Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada BPBD Lampung Selatan dan masyarakat pesisir, khususnya di Desa Canti dan Desa Rajabasa. Selanjutnya, masyarakat akan melakukan evakuasi sesuai dengan jalur dan prosedur yang telah disepakati sebelumnya.

Baca juga Perkuat Peran Warga dengan Membangun Sistem Peringatan Dini Tsunami di Selat Sunda

Untuk memastikan kelancaran simulasi, pembagian peran antar pihak dipertegas dalam pertemuan ini:
• Masyarakat Pulau Sebesi bertugas sebagai penyampai informasi awal (early warning sender) yang memicu aktivasi sistem peringatan dini.
• BPBD Lampung Selatan Berperan sebagai pusat komando yang menerima, memverifikasi, dan menyebarluaskan informasi, serta mengoordinasikan respons darurat secara keseluruhan.
• Destana Desa Canti dan Desa Rajabasa menjadi ujung tombak pelaksanaan evakuasi di tingkat desa, termasuk mengoordinasikan warga, mengarahkan ke jalur evakuasi, serta memastikan kelompok rentan mendapatkan prioritas.
• Paluma Nusantara bertindak sebagai fasilitator kegiatan yang memastikan seluruh rangkaian simulasi berjalan sesuai rencana, serta mendukung penguatan kapasitas masyarakat dan koordinasi antar pihak.

Rencana simulasi ini akan dilaksanakan dalam waktu dekat sebagai bagian dari uji coba sistem peringatan dini dan kesiapsiagaan masyarakat yang telah dibangun secara kolaboratif. Melalui keterlibatan aktif Paluma Nusantara, BPBD Lampung Selatan, serta masyarakat di Desa Canti dan Desa Rajabasa, diharapkan tercipta kesiapsiagaan yang lebih kuat, terkoordinasi, dan responsif dalam menghadapi potensi bencana tsunami di wilayah pesisir Lampung Selatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *