Dari Sebuah Lensa: Kisah Fotografer Kampung Menembus Ibu Kota Lewat Program Tangguh Siap
Sukaraja — Sebuah kisah inspiratif lahir dari desa kecil yang membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari hal sederhana. Dari sebuah lensa kamera, seorang pemuda kampung kini mampu menembus kerasnya kehidupan ibu kota dan menjadikan fotografi sebagai sumber penghidupan.
Perjalanan ini tidak lepas dari hadirnya Program Tangguh Siap, hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Paluma Nusantara, dan ASB-BMZ dari Jerman, yang tidak hanya berfokus pada pengurangan risiko bencana, tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui peningkatan keterampilan.

Salah satu kisah sukses datang dari Arga Dea Renaldi, anggota komunitas . Berawal dari kamera yang di support program tangguh siap, Arga mulai belajar dan menekuni dunia fotografi dari nol. Dengan semangat dan konsistensi, ia perlahan mengasah kemampuan hingga berani merantau ke Jakarta.
Kini, Arga dikenal sebagai fotografer di kawasan wisata ikonik . Setiap harinya, ia mengabadikan momen para pengunjung dan menjadikan hasil jepretannya sebagai sumber penghasilan. Dari kerja keras tersebut, Arga mampu memenuhi kebutuhan hidupnya di ibu kota, bahkan berhasil membeli kamera baru senilai sekitar Rp8 jutaan dari hasil memotret.
Ketua komunitas Cekrek In Sukaraja, Roni Azi, mengungkapkan rasa bangganya atas perkembangan tersebut.
“Dari sebuah lensa, kami bisa mendapatkan penghasilan. Terutama Arga, yang sudah membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang. Bahkan beliau setiap bulan juga ikut berkontribusi untuk kas komunitas hingga kami bisa membeli lensa DSLR baru,” ujarnya.
Menurutnya, perubahan yang dirasakan komunitas tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses pembinaan yang berkelanjutan. Dari yang awalnya tidak memahami dunia fotografi, kini mereka mampu menjadikannya sebagai peluang ekonomi yang nyata.
Dalam kesempatan tersebut, komunitas juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam:
“Terima kasih kami ucapkan kepada Program Tangguh Siap yang telah menghadirkan harapan baru bagi kami. Melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Paluma Nusantara, dan ASB-BMZ dari Jerman, kami yang dulunya tidak mengenal dunia fotografi kini mampu menjadikannya sebagai jalan penghidupan. Dari sebuah lensa, kami menemukan harapan, peluang, dan masa depan yang lebih baik.”
Kisah ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah, organisasi, dan masyarakat mampu menciptakan dampak berkelanjutan. Dari desa Sukaraja hingga hiruk-pikuk Jakarta, sebuah kamera sederhana telah membuka jalan menuju kehidupan yang lebih baik.
Dari sebuah lensa, lahir harapan—dan dari harapan, tercipta masa depan.
Tulisan ini telah dipublikasikan di blog KIM Sukaraja
