LAMPUNG SELATAN ( siarlamsel.com ) – Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, terpilih sebagai salah satu lokasi implementasi program internasional Green Pro (green income prospects for marginalized youth).

Program yang diinisiasi oleh Arbiter – Samariter – Bund (ASB) Jerman ini, dilaksanakan secara lintas batas di Indoensia, Filipina, dan Nepal, dengan perkumpulan Paluma Nusantara sebagai mitra pelaksana lokal di Lampung Selatan.

Program yang akan berjalan selama tiga tahun, dari September 2025 – 31 Agustus 2028, bertujuan menciptakan solusi ekonomi hijau bagi kaum muda terpinggirkan.

foto doc Ist.

Project Manager program GREEN PRO Paluma Nusantara Kabupaten Lampung Selatan Umi Azizah mengatakan, Green Pro fokus pada pemberdayaan pemuda untuk menjadi pelaku utama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim sekaligus membuka lapangan kerja baru yang berkelanjutan.

” Green Pro hadir untuk memastikan kaum muda tidak hanya menjadi penerima dampak perubahan iklim, tetapi juga menjadikan pelaku utama dalam menciptakan solusi. Dengan dukungan kolaboratif lintas sektor, kami yakin program ini akan memperkuat ketahanan ekonomi dan lingkungan masyarakat Lampung Selatan,” ujarnya dalam keterangan pers rilis pada, Senin, (20/10/2025).

Ia menyebut, implementasi program akan terkonsentrasi di Desa Toto Harjo, Kecamatan Bakauheni, dan Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa.

foto doc Ost.

Sementara, Program Officer Paluma Nusantara Dipo Yuwono menerangkan, Green Pro akan mendorong kaum muda untuk mengembangkan usaha dalam enam sektor ekonomi hijau andalan, yaitu :

Pertanian berkelanjutan. Peternakan dan Perikanan Ramah Lingkungan. Eduwisata berbasis alam dan budaya lokal. Pemasaran digital produk hijau. Energi baru terbarukan, serta Pengelolaan daur ulang sampah.

Pendekatan Kolaboratif Menghadapi Tantangan ?

Lebih lanjut Dipo Yuwono menjelaskan, Program ini dirancang untuk menjawab sejumlah tantangan, yang dihadapi pemuda di pedesaan, seperti minimnya akses terhadap pengetahuan kewirausahaan hijau, tingginya biaya investasi awal, dan kurangnya sinergi antar pemangku kepentingan.

” Green Pro mengusung pendekatan kolaboratif yang melibatkan pemerintah daerah,sektor swasta, dan organisasi masyarakat,” tambahnya.

foto doc Ist.

Dalam mekanisme ini, Paluma Nusantara berperan sebagai pendamping ditingkat akar rumput, sektor swasta membuka jejaring dan peluang bisnis hijau, sementara pemerintah daerah memastikan program selaras dengan kebijakan pembangunan dan tujuan Sustainable Developement Goal’s (SDG,s).

Hadir dalam peresmian program Green Pro yang berlangsung di Aula Rimau Bappeda Lampung Selatan itu, perwakilan pemerintah daerah Lampung Selatan dari lintas sektor, kaum muda, kaum berkebutuhan khusus, serta Tim Manager Project Paluma Nusantara Kabupaten Lampung Selatan. (rls)

Sumber: https://siarlamsel.com/green-pro-diresmikan-di-lampung-selatan-wujudkan-ekonomi-hijau-bagi-pemuda/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *