Selama tiga hari, pada 30–31 Oktober hingga 1 November 2025, Paluma Nusantara bersama para mitra melaksanakan kegiatan Training of Trainer (ToT) Relawan Desa Program Green Pro. Pelatihan ini berlangsung di Lesehan Hidayah Kuring, Jalan Trans Sumatera, Tajimalela, dan diikuti oleh 27 peserta yang merupakan perwakilan relawan dari berbagai desa dampingan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah pihak penting yang berperan dalam penguatan program, antara lain perwakilan dari Paluma Nusantara, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), serta Kabag Hukum Oxfam. Kehadiran para pihak ini menjadi bentuk dukungan terhadap upaya memperkuat kapasitas relawan desa sebagai ujung tombak pelaksanaan Program Green Pro di tingkat lokal.

Selama pelatihan, para peserta mendapat penyampaian materi sekaligus praktik langsung dari para fasilitator. Tujuannya, agar para relawan mampu menggerakkan pemuda di desanya untuk turut berperan aktif dalam kegiatan berbasis lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Lebih dari itu, ToT ini juga diharapkan membekali para relawan dengan kemampuan menjalankan program secara mandiri, efektif, dan berkelanjutan hingga tahap akhir.

Beragam materi diberikan untuk memperkaya pemahaman dan keterampilan peserta. Di antaranya mencakup konsep pemuda dan pembangunan, ekonomi hijau, aksi iklim, serta prinsip dan praktik Participatory Rural Appraisal (PRA). Peserta juga mempelajari teknik Focus Group Discussion (FGD), etika berinteraksi dengan penyandang disabilitas, penggunaan instrumen Washington Group Questions (WGQ), serta teknik pendataan kaum muda menggunakan instrumen tersebut. Selain teori, peserta turut melakukan praktik langsung, seperti pendataan pemuda di lapangan dan simulasi FGD.

Tidak hanya berfokus pada aspek teknis, pelatihan ini juga menekankan pentingnya nilai-nilai kesetaraan dan keamanan dalam pelaksanaan program melalui pengenalan konsep PSEAH (Prevention of Sexual Exploitation, Abuse, and Harassment) serta sosialisasi Piagam Iklim. Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penyusunan Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) yang akan dilaksanakan pada 4 November 2025 di masing-masing desa.

Melalui kegiatan ini, para relawan diharapkan tidak hanya memahami substansi program, tetapi juga mampu menjadi penggerak perubahan di desanya. Semangat kolaboratif dan pembelajaran partisipatif yang terbangun selama pelatihan menjadi modal penting untuk mewujudkan desa yang lebih tangguh, hijau, dan inklusif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *