Lampung Selatan, 22 Oktober 2026 — Keterampilan usaha menjadi salah satu bekal penting dalam mempersiapkan kehidupan di tempat baru. Melalui kolaborasi antara Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Lampung Selatan dan Paluma Nusantara, satu keluarga calon transmigran berkesempatan belajar dan mempraktikkan keterampilan secara langsung bersama kelompok usaha binaan Paluma di Desa Canti pada Kamis (22/10).

Keluarga tersebut terdiri atas Nurul Huda, warga Desa Sumber Agung, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan, bersama istrinya, Wahyu Sri Wulan, dan kedua anak mereka. Mereka akan bertransmigrasi ke Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian pembekalan keterampilan untuk membantu keluarga tersebut mempersiapkan peluang penghidupan di daerah tujuan.

Kegiatan berlangsung dalam dua sesi bersama kelompok usaha binaan Paluma Nusantara. Pada pagi hari, Nurul Huda dan istrinya belajar sekaligus mempraktikkan pembuatan kue bersama Kelompok Kue Kering Krican. Kegiatan dilanjutkan pada siang hari bersama Kelompok Frozen Food Cane dengan agenda serupa, yaitu mengenal proses pengolahan produk pangan dan mempraktikkannya secara langsung.

Bersama Kelompok Kue Kering Krican, keduanya mempelajari bahan-bahan yang digunakan, tahapan pembuatan kue, serta teknik pengolahannya. Mereka juga mencatat bahan dan langkah-langkah pembuatan sebagai panduan agar keterampilan tersebut dapat dipraktikkan kembali secara mandiri.

Pada sesi siang, praktik bersama Kelompok Frozen Food Cane memberikan pengalaman tambahan dalam mengenal dan mengolah produk pangan. Kesempatan belajar dari dua kelompok usaha dengan jenis kegiatan berbeda ini diharapkan dapat memperluas pengetahuan sekaligus memberikan gambaran mengenai pilihan usaha yang dapat dipertimbangkan setelah keluarga tersebut menetap di Poso.

Praktik langsung menjadi bagian penting dalam pembekalan ini. Dengan mengikuti proses pengolahan dan mencatat setiap tahap pembuatannya, pasangan calon transmigran diharapkan tidak hanya memahami materi selama kegiatan berlangsung, tetapi juga memiliki panduan untuk mempraktikkan kembali keterampilan tersebut secara mandiri. Penerapannya dapat disesuaikan dengan ketersediaan bahan, kebutuhan masyarakat, dan peluang pasar di daerah tujuan.

Nurul Huda mengaku senang mendapat kesempatan untuk belajar langsung bersama kelompok usaha di Desa Canti. Ia berharap keterampilan yang diperoleh bersama istrinya dapat dimanfaatkan untuk membuka peluang usaha dan menambah penghasilan keluarga setelah bertransmigrasi.

“Saya senang sekali dengan adanya pelatihan ini. Saya dan istri bisa belajar langsung membuat kue, mengetahui bahan-bahan yang dibutuhkan, dan cara pembuatannya. Harapannya, nanti ketika sudah di Poso, ilmu ini bisa kami praktikkan kembali dan menjadi bekal untuk membuka usaha serta menambah penghasilan keluarga,” ungkap Nurul Huda.

Kolaborasi antara Disnakertrans Kabupaten Lampung Selatan dan Paluma Nusantara dalam kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mempersiapkan calon transmigran melalui pembekalan keterampilan produktif. Paluma Nusantara memfasilitasi proses belajar dan praktik langsung bersama kelompok usaha binaan sehingga peserta memperoleh pengalaman nyata dalam mengolah produk pangan yang berpotensi dikembangkan menjadi usaha mandiri.

Pembekalan bagi calon transmigran ini juga mencakup bidang lain. Sehari sebelumnya, Rabu (21/10), pembekalan mengenai tanaman organik telah dilaksanakan di Desa Toto Harjo dan Desa Hargo Pancuran. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat memperluas pengetahuan dan keterampilan yang berpotensi mendukung penghidupan keluarga di wilayah transmigrasi.

Melalui rangkaian pembekalan ini, Disnakertrans Kabupaten Lampung Selatan dan Paluma Nusantara berharap keluarga calon transmigran memiliki keterampilan yang dapat diterapkan dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan serta potensi lingkungan baru. Bagi Nurul Huda dan Wahyu Sri Wulan, pengalaman belajar dan praktik bersama kelompok usaha di Desa Canti menjadi salah satu langkah dalam mempersiapkan kehidupan baru sekaligus membangun kemandirian ekonomi keluarga di Kabupaten Poso.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *