RAJABASA, Lampung Selatan — Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lampung Selatan melaksanakan sosialisasi keamanan pangan di Desa Rajabasa, Kecamatan Rajabasa, Selasa (15/9/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan secara kolaboratif bersama Pemerintah Desa Rajabasa, kelompok masyarakat, dan Paluma Nusantara.

Sosialisasi diikuti oleh kelompok perempuan dan pelaku usaha pangan masyarakat Desa Rajabasa, di antaranya kelompok frozen food, kue basah, Kelompok Wanita Tani (KWT), serta Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA).

Dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lampung Selatan, hadir Kepala Bidang Mutu dan Ketahanan Pangan Dewi Anggraeni, Fungsional Analis Ketahanan Pangan Dian Puspitorini, serta satu orang staf.

Dalam pemaparannya, Dian Puspitorini memberikan edukasi mengenai pentingnya keamanan pangan yang dimulai dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari mengenali pangan, memilih bahan makanan, mengolah, hingga menyimpan makanan dengan cara yang tepat.

Menurut Dian, ibu-ibu memiliki peran penting dalam menjaga keamanan pangan karena banyak aktivitas penyediaan dan pengolahan makanan, baik di tingkat keluarga maupun usaha rumah tangga, dilakukan oleh perempuan.

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam edukasi tersebut adalah cara menyimpan makanan di dalam kulkas. Peserta disarankan untuk memisahkan jenis makanan saat menyimpannya agar makanan yang sudah matang tidak tercampur dengan bahan makanan mentah.

Dian juga menjelaskan bahwa tidak semua jenis makanan harus disimpan di dalam kulkas. Oleh karena itu, masyarakat perlu mengetahui karakteristik setiap bahan pangan dan cara penyimpanan yang sesuai agar kualitas makanan tetap terjaga.

Edukasi juga diberikan mengenai pengolahan bahan pangan, terutama makanan yang berbahan dasar daging, ayam, dan ikan. Bahan pangan tersebut perlu ditangani dan diolah dengan benar untuk menjaga kebersihan serta mencegah terjadinya kontaminasi yang dapat membahayakan kesehatan.

Dian juga menyarankan masyarakat untuk tidak membeli bahan makanan dalam jumlah terlalu besar apabila belum diperlukan.

“Jangan membeli bahan makanan dalam jumlah besar kalau belum diperlukan. Lebih baik disesuaikan dengan kebutuhan agar bahan pangan tetap terjaga kualitasnya,” pesan Dian kepada peserta.

Dalam kesempatan tersebut, Dian menegaskan bahwa keamanan pangan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran masyarakat. Menurutnya, ibu-ibu memiliki posisi penting karena berperan dalam menentukan pangan yang dikonsumsi keluarga sekaligus menjalankan usaha pengolahan pangan.

Pesan tersebut disampaikan melalui tagline “Kalau Tidak Aman, Bukan Pangan.”

Selain keamanan pangan, peserta juga dikenalkan dengan perubahan paradigma konsumsi dari konsep “Empat Sehat Lima Sempurna” menuju pola makan B2SA (Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman).

Dengan demikian, masyarakat tidak hanya didorong untuk mengonsumsi makanan yang enak, tetapi juga memperhatikan aspek kesehatan serta menerapkan pola konsumsi yang beragam, bergizi seimbang, dan aman.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan kelompok perempuan Desa Rajabasa agar mampu menerapkan prinsip keamanan pangan dalam keluarga maupun kegiatan usaha. Kolaborasi antara Dinas Ketahanan Pangan, Pemerintah Desa Rajabasa, kelompok masyarakat, dan Paluma Nusantara diharapkan dapat terus memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pangan yang aman dan berkualitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *