Lampung Selatan – Asian Disaster Preparedness Center (ADPC) melakukan kunjungan lapangan selama dua hari ke lokasi pelaksanaan Program Strengthening Partnership for Community Resilience in Indonesia and Timor-Leste (SPRINT II) di Kabupaten Lampung Selatan. Kunjungan yang dipimpin oleh Shivani ini bertujuan untuk memantau perkembangan pelaksanaan program sekaligus melihat secara langsung berbagai inisiatif pemberdayaan masyarakat dan pengurangan risiko bencana yang dikembangkan bersama mitra lokal.
Pada hari pertama, tim ADPC mengunjungi wilayah dampingan Mitra Bentala di Desa Klawi dan Desa Maja. Selanjutnya, pada hari kedua, Selasa, 4 Agustus 2026, rombongan melanjutkan kunjungan ke wilayah dampingan Paluma Nusantara. Kegiatan diawali dengan pemaparan perkembangan pelaksanaan Program SPRINT II di Kantor Paluma Nusantara sebelum rombongan menuju Desa Canti dan Desa Rajabasa, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan.
Di Desa Canti, lokasi pertama yang dikunjungi adalah KOBER Al Ishlah. Di tempat ini, Tim Desa Tangguh Bencana (Destana) Desa Canti memperagakan kegiatan edukasi kebencanaan bagi anak-anak usia dini melalui permainan, cerita, dan lagu yang berisi pesan-pesan kesiapsiagaan bencana. Pendekatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk membangun budaya sadar bencana sejak usia dini dengan metode yang interaktif dan mudah dipahami.
Rombongan kemudian mengunjungi Kelompok Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) Desa Canti untuk melihat berbagai kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Selain berdialog dengan anggota kelompok, tim ADPC menyaksikan proses pembuatan tukus serta berbagai produk yang dikembangkan sebagai upaya meningkatkan keterampilan dan pendapatan keluarga. Kunjungan dilanjutkan ke kelompok usaha pengolahan tepung pisang yang mengolah hasil pertanian lokal menjadi berbagai produk pangan bernilai tambah.
Rangkaian kegiatan di Desa Canti ditutup dengan kunjungan ke Bank Sampah Lapah Khagom Jejama. Pengurus bank sampah menjelaskan mekanisme pengelolaan sampah, mulai dari pemilahan, penimbangan, hingga penjualan hasil daur ulang. Tim ADPC juga melihat berbagai inovasi yang telah dikembangkan masyarakat, salah satunya pemanfaatan ecobrick menjadi sofa yang memiliki nilai ekonomi sekaligus menjadi media edukasi mengenai pengurangan sampah plastik.
Setelah beristirahat, rombongan melanjutkan kunjungan ke Desa Rajabasa. Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Warung AJO-Ya, unit usaha yang dikelola kelompok masyarakat dan memproduksi berbagai jenis makanan beku (frozen food). Dalam kesempatan tersebut, tim ADPC berdiskusi bersama anggota kelompok mengenai proses produksi, strategi pemasaran, serta tantangan yang dihadapi dalam mengembangkan usaha agar semakin berdaya saing.
Kegiatan kemudian dilanjutkan ke Posko Early Warning System (EWS) Destana Desa Rajabasa. Pengurus Destana menjelaskan sistem komunikasi yang dilakukan setiap hari menggunakan handy talky (HT) yang menghubungkan seluruh dusun di Desa Rajabasa untuk memantau kondisi wilayah dan menyampaikan informasi secara cepat apabila terdapat potensi ancaman bencana. Selain itu, Posko Destana juga melaksanakan komunikasi rutin dengan BPBD Kabupaten Lampung Selatan sebagai bagian dari sistem kesiapsiagaan berbasis masyarakat.
Sebagai penutup rangkaian kunjungan, tim ADPC mengunjungi Kelompok PEKKA Desa Rajabasa yang mengembangkan budidaya jamur dengan memanfaatkan limbah bonggol jagung sebagai media tanam. Inovasi tersebut menunjukkan bagaimana limbah pertanian dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus mendukung pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan.

Melalui kunjungan lapangan ini, tim ADPC memperoleh gambaran langsung mengenai berbagai praktik baik yang telah berkembang melalui pendampingan Program SPRINT II. Edukasi kebencanaan bagi anak usia dini, penguatan kapasitas Destana, pemberdayaan kelompok perempuan, pengembangan usaha mikro berbasis potensi lokal, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, hingga penguatan sistem peringatan dini berbasis komunitas menjadi contoh bahwa pengurangan risiko bencana dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
