Rajabasa, Lampung Selatan – Semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui lomba tradisional, tetapi juga dengan mengasah ketangguhan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Semangat tersebut diwujudkan oleh Desa Tangguh Bencana (Destana) Rajabasa melalui lomba mendirikan tenda barak yang diikuti oleh para anggotanya pada Selasa (18/8/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja rutin bulanan Destana Rajabasa untuk menjaga dan meningkatkan keterampilan teknis para relawan. Namun, bertepatan dengan momentum bulan Agustus, latihan rutin tersebut dikemas menjadi sebuah kompetisi yang tidak hanya menguji kemampuan, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan dan nasionalisme.
Bertempat di lapangan Pantai Rajabasa yang menjadi lokasi kegiatan perlombaan 17 Agustus, sebanyak empat tim beradu kemampuan. Masing-masing tim terdiri atas lima anggota yang ditantang untuk mendirikan tenda barak standar penanggulangan bencana dengan mengutamakan kekompakan, ketelitian, dan kecepatan.
Sebelum perlombaan dimulai, seluruh anggota Destana Rajabasa terlebih dahulu mendapatkan arahan mengenai tata cara mendirikan tenda barak dengan baik dan benar. Arahan tersebut kemudian dilanjutkan dengan praktik pemasangan tenda hingga seluruh tahapan selesai.
Bukan sekadar mengejar waktu, para peserta juga dituntut untuk tetap tenang dan bekerja sama selama proses berlangsung. Salah satu peserta sekaligus Ketua Destana Rajabasa, Dahlan, mengungkapkan rasa bangga dan antusiasnya mengikuti kegiatan tersebut.
“Lomba ini seru sekali karena berbeda dari lomba 17-an biasanya. Selain ikut memeriahkan HUT RI, kita juga menguji kembali kekompakan tim. Dalam situasi darurat bencana, setiap detik sangat berharga. Jadi, melalui lomba ini, kita dilatih untuk tidak hanya cepat, tetapi juga tepat dan tidak panik,” ujar Dahlan.

Hasilnya pun menunjukkan kemampuan para peserta. Tim pemenang berhasil mencatatkan waktu tercepat, yakni 9 menit 49 detik. Catatan waktu tersebut menjadi salah satu bukti ketangkasan, kekompakan, dan kesiapan anggota Destana Rajabasa dalam menghadapi situasi darurat.
Kegiatan ini terlaksana atas dukungan Paluma Nusantara dan Asian Disaster Preparedness Center (ADPC) selaku pihak donor yang terus berkomitmen dalam memperkuat kapasitas dan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana di tingkat lokal. Melalui kegiatan ini, Destana Rajabasa menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan, tetapi juga dapat diwujudkan melalui aksi nyata dan kesiapsiagaan untuk melindungi sesama.
