Perjalanan Novita Membangun Kembali Kepercayaan Diri Melalui Green Pro

Novita Indah Sari (Novita) tidak pernah membayangkan bahwa kembali ke kampung halamannya justru membuatnya merasa seperti orang asing. Setelah beberapa tahun tinggal bersama suaminya di Kepulauan Seribu, ia kembali ke Desa Kunjir pada awal tahun 2026 untuk menemani ibunya yang sedang sakit. Namun desa yang ia tinggalkan telah banyak berubah. Wajah-wajah yang dikenalnya berganti, lingkungan terasa berbeda, dan rasa percaya dirinya untuk kembali berbaur dengan masyarakat perlahan menghilang.

“Gue balik lagi ke kunjir awal tahun 2026. Yang gue rasain banyak banget yang berubah. Gue ngerasa asing sama suasananya sama orang-orangnya juga.”

Padahal semasa sekolah, Novita dikenal sebagai sosok yang aktif. Ia pernah menjadi Ketua OSIS dan sering dipercaya menjadi pembawa acara dalam berbagai kegiatan desa. Setelah menikah dan lebih banyak mengurus keluarga, kesempatan untuk berorganisasi dan berinteraksi dengan masyarakat semakin berkurang sehingga rasa percaya dirinya pun perlahan memudar.

Perubahan mulai terjadi ketika Novita bergabung dengan Green Pro. Awalnya ia hanya menjadi responden survei Knowledge, Attitudes, and Practices (KAP), tetapi kemudian memilih bergabung dalam kelompok pemasaran dan rutin mengikuti setiap pertemuan. Melalui proses tersebut, ia beberapa kali dipercaya membawakan Security and Safety Briefing serta menyampaikan materi Protection from Sexual Exploitation, Abuse and Harassment (PSEAH). Tanggung jawab sederhana itu menjadi ruang baginya untuk kembali melatih keberanian berbicara di depan orang lain.

“Harapan gue ya bang, gue tu bang pengen bisa pede kayak dulu, bisa ngomong di depan orang orang.”

Seiring berjalannya waktu, Green Pro tidak hanya memberikan pengetahuan tentang pemasaran, tetapi juga menghadirkan ruang yang aman untuk membangun kembali hubungan sosial. Suasana kelompok yang hangat membuat Novita merasa diterima. Kedekatan yang terjalin bahkan membuat anggota kelompok yang lebih muda memanggilnya “Mami Vita”, sebuah sapaan yang mencerminkan rasa kebersamaan yang tumbuh selama proses belajar bersama.

Novita sedang berbicara di dalam forum

Kini Novita masih memiliki cita-cita untuk dapat memasarkan produknya secara daring. Namun baginya, perubahan terbesar bukanlah kemampuan berjualan, melainkan keberanian untuk kembali hadir, berbicara, dan mengambil peran di tengah masyarakat.

“Setiap kumpul ada hasilnya, nggak cuma sekadar kumpul.”

Bagi Novita, Green Pro bukan sekadar program pengembangan usaha. Program ini menjadi ruang untuk menemukan kembali kepercayaan diri, membangun hubungan baru, dan menyadari bahwa ia masih memiliki kesempatan untuk belajar, berkontribusi, dan tumbuh bersama komunitasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *