Sejumlah orang duduk mengelilingi meja rapat di sebuah ruang kantor, memperhatikan presentasi yang diproyeksikan di dinding bertuliskan “Tahapan dalam Penanggulangan Bencana.” Beberapa peserta membawa laptop dan catatan, suasana rapat terlihat formal dan fokus, dengan perabot kantor seperti sofa, lemari arsip, dan jendela tertutup tirai di latar belakang.

Lampung Selatan — Penguatan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dibahas dalam audiensi antara Perkumpulan Paluma Nusantara dan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan yang digelar di Ruang Sekretariat Daerah (Setda) Lampung Selatan. Audiensi ini dihadiri oleh M. Darmawan, Asisten Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah Lampung Selatan sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Lampung Selatan, serta jajaran kepala bidang (kabid) Pendidikan Dasar dan PAUD, dan staf terkait di lingkungan Dinas Pendidikan.

Dalam pertemuan tersebut, Nanang Priyana dari Paluma Nusantara menyampaikan gambaran pelaksanaan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang telah berjalan melalui Program SPRINT (Strengthening Partnership for Community Resilience in Indonesia and Timor Leste). Paparan tersebut mencakup berbagai upaya penguatan kesiapsiagaan di satuan pendidikan, antara lain pendampingan sekolah dan madrasah, pembentukan tim siaga sekolah, penyusunan standar operasional prosedur (SOP) darurat bencana, pemasangan rambu evakuasi, serta pelaksanaan simulasi evakuasi sebagai bagian dari penguatan budaya aman bencana di lingkungan sekolah.

Nanang menekankan bahwa SPAB merupakan bagian penting dari upaya perlindungan anak dan tenaga pendidik, terutama di wilayah yang memiliki kerentanan bencana seperti Lampung Selatan. Program ini, menurutnya, tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada penguatan kapasitas dan budaya aman bencana di lingkungan sekolah.

Menanggapi paparan tersebut, M. Darmawan menyampaikan apresiasi atas inisiatif Paluma Nusantara. Ia menegaskan bahwa Lampung Selatan memiliki ribuan satuan pendidikan, sehingga penguatan SPAB menjadi kebutuhan mendesak yang harus dilakukan secara kolaboratif.

“Di Lampung Selatan ini ada ribuan sekolah. Harapan kami, kegiatan SPAB ini bisa terus didukung oleh Paluma. Pemerintah daerah siap memfasilitasi, dan kami ingin agar seluruh kepala sekolah mendapatkan informasi ini, sehingga SPAB bisa diimplementasikan di satuan pendidikan masing-masing, termasuk dimasukkan dalam materi MPLS,” ujar Darmawan.

Dukungan terhadap penguatan SPAB juga disampaikan oleh jajaran kepala bidang di lingkungan Dinas Pendidikan, yang menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti melalui koordinasi internal, penyampaian informasi kepada satuan pendidikan, serta mendorong integrasi materi mitigasi dan kesiapsiagaan bencana dalam kegiatan pembelajaran dan aktivitas sekolah.

Sebagai penutup, Nanang Priyana menekankan pentingnya kesiapsiagaan di satuan pendidikan sebagai upaya yang perlu dilakukan sejak dini dan berkelanjutan. “Bencana tidak bisa ditebak atau diperkirakan kapan terjadinya. Jika bencana terjadi pada jam sekolah, maka sudah menjadi kewajiban satuan pendidikan untuk memastikan keamanan seluruh warga sekolah,” ujarnya.

Audiensi ini menjadi langkah awal sinergi antara Paluma Nusantara dan Dinas Pendidikan Lampung Selatan dalam mendorong implementasi SPAB secara lebih luas dan berkelanjutan, guna mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, tangguh, dan siap menghadapi risiko bencana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *