Foto bersama peserta dan pengurus dalam acara Rakerda LAZISMU Lampung Selatan di sebuah aula. Puluhan orang berdiri berjajar di depan backdrop bertuliskan “RAKERDA LAZISMU Lampung Selatan”, mengenakan beragam busana formal dan batik. Di belakang mereka terlihat bendera organisasi, layar proyektor, dan perlengkapan acara. Suasana tampak khidmat dan penuh kebersamaan, dengan peserta mengangkat tangan sebagai simbol semangat dan komitmen bersama.

Sebagai organisasi yang berkomitmen pada pemberdayaan komunitas dan peningkatan kesadaran lingkungan melalui pendidikan dan aksi sosial, Paluma Nusantara menyambut gembira peluncuran Gerakan Sedekah Sampah (GGS) yang digagas oleh LAZISMU Kabupaten Lampung Selatan bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC). Program ini secara resmi diluncurkan pada Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Aula Universitas Muhammadiyah Kalianda, Jumat (24/1/2026).

Peluncuran GGS bukan hanya sekadar acara seremonial — ini merupakan momentum penting dalam mendorong perubahan perilaku di kalangan generasi muda, terutama siswa-siswi, untuk memahami bahwa pelestarian lingkungan adalah bagian tak terpisahkan dari gerakan kedermawanan sosial dan keberlanjutan komunitas.

Melalui pendekatan berbasis sekolah, GGS menanamkan nilai peduli lingkungan sejak dini dan mengintegrasikannya dengan gerakan sosial yang lebih luas. Dalam pandangan kami, ini merupakan langkah konkret yang menyentuh dua isu besar yang saling berkaitan yaitu kesadaran lingkungan, dan keteladanan dalam pengelolaan sumber daya untuk kesejahteraan masyarakat.

Ketua Lazismu Lampung Selatan, Ahmad Hadi Hafidi, S.E., menyampaikan bahwa kegiatan Rakerda dimanfaatkan untuk memperkuat tata kelola organisasi sekaligus memastikan setiap program dirancang dengan dampak nyata. GGS diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan yang mengajak masyarakat untuk menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari praktik filantropi yang berkelanjutan.

Dalam acara ini juga disampaikan materi bertema “Amal Sholeh Lingkungan untuk Pendidikan Dhuafa”, yang disampaikan oleh perwakilan Tim Paluma, Nanang Priyana. Dalam pemaparannya, Nanang menegaskan bahwa pendidikan lingkungan tidak hanya relevan sebagai tindakan ekologi, tetapi juga sebagai bentuk nyata dukungan terhadap akses pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Perspektif Paluma Nusantara

Di Paluma Nusantara, kami percaya bahwa perubahan sistemik dalam komunitas dimulai dari pemberdayaan edukatif dan aksi nyata di tingkat lokal. Gerakan Sedekah Sampah yang diluncurkan ini dinilai dapat mendorong kesadaran dan perilaku yang ramah lingkungan, memperluas akses pendidikan berkualitas dan partisipasi aktif anak dan keluarga dalam gerakan sosial, membangun kolaborasi lintas organisasi masyarakat sipil, pendidikan, dan komunitas lokal.

Langkah seperti ini menunjukkan bahwa gerakan kemanusiaan dan pelestarian lingkungan bisa berjalan bersamaan — bukan sebagai dua hal terpisah, tetapi sebagai satu kesatuan aksi yang memperkuat kualitas hidup masyarakat luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *