Foto bersama peserta Sosialisasi Pengelolaan Sampah di Aula Kantor Desa Sidomulyo. Sejumlah mahasiswa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Lampung Selatan mengenakan jas almamater marun berdiri di barisan belakang, sementara warga desa, perangkat desa, dan narasumber duduk di barisan depan. Seluruh peserta mengangkat tangan mengepal sebagai simbol semangat dan komitmen bersama. Di latar belakang terlihat lambang Garuda Pancasila, foto pejabat pemerintahan, dan layar proyektor.

Sampah masih menjadi persoalan serius di tengah masyarakat, baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan. Minimnya budaya mengelola sampah membuat sebagian besar masyarakat masih terbiasa membuang sampah tanpa pengelolaan yang bertanggung jawab. Kondisi ini menjadi keprihatinan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Lampung Selatan.

Sebagai bentuk kepedulian dan kontribusi nyata, IMM Lampung Selatan menggelar kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Sampah dalam rangkaian program IMM Masuk Desa. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 22 Januari 2026, pukul 09.00 WIB, bertempat di Aula Kantor Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan.

Acara tersebut dihadiri oleh warga Desa Sidomulyo, perangkat desa, serta jajaran Pengurus Cabang IMM Lampung Selatan. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.

Dalam kegiatan tersebut, Manajer Proyek SPRINT PALUMA Nusantara, Nanang Priyana, hadir sebagai narasumber. Dalam paparannya, Nanang menekankan pentingnya perubahan paradigma masyarakat dalam memandang sampah. Menurutnya, sampah tidak cukup hanya dibuang, melainkan harus diurus secara bertanggung jawab.

“Sudah saatnya masyarakat mengubah cara pandang terhadap sampah, dari sekadar membuang menjadi mengelola. Sampah adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Ia juga memperkenalkan slogan “Sampahku Tanggung Jawabku” sebagai upaya membangun kesadaran kolektif bahwa pengelolaan sampah dimulai dari individu dan rumah tangga. Melalui pendekatan edukatif ini, diharapkan masyarakat Desa Sidomulyo dapat mulai menerapkan praktik pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Kegiatan sosialisasi ini menjadi salah satu langkah awal dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat desa agar lebih peduli terhadap lingkungan, sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *