Tiga pria duduk berdiskusi di ruang kantor dengan sofa hitam dan meja kaca di tengah; dua mengenakan seragam putih dan satu mengenakan batik biru, dengan tanaman hias, tirai vertikal, dan foto pejabat di dinding sebagai latar belakang.

Sampah organik masih menjadi persoalan di kawasan Lampung Selatan. Merespon hal ini, Paluma Nusantara melakukan audiensi dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lampung Selatan yang baru, Yespi Cory, di ruang kerja Kepala Dinas. Audiensi tersebut membahas persoalan sampah sebagai masalah bersama yang membutuhkan penanganan terpadu dan lintas instansi.

Salah satu isu yang disoroti adalah sampah dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kajian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menunjukkan sisa makanan dari program MBG mencapai 1,1-1,4 juta ton per tahun. Dalam pertemuan tersebut, Nanang Priyana menyampaikan beberapa alternatif penanganan sampah, serta menekankan pentingnya kolaborasi antarinstansi, pemerintah desa, dan masyarakat agar pengelolaan sampah dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Kepala DLH Lampung Selatan, Yespi Cory, menyambut baik masukan yang disampaikan dan menegaskan bahwa persoalan sampah tidak dapat ditangani oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi lintas sektor untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah di Lampung Selatan. Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan kolaborasi dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat.

Sumber: https://money.kompas.com/read/2025/05/27/133100026/bapanas-perkirakan-sisa-makanan-program-mbg-capai-1-4-juta-ton-per-tahun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *