Dalam upaya menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan, Paluma Nusantara bersama ASB -BMZ Jerman melaksanakan Program “Pioneer For Green Future: Green Income Prospects For Marginalized Youth” atau yang dikenal dengan Green Pro. Program yang akan berlangsung mulai 2005-2008 ini berfokus pada peningkatan kapasitas dan peluang ekonomi bagi kaum muda yang termarginalkan melalui pengembangan sektor ekonomi hijau.
Dua desa di Kabupaten Lampung Selatan menjadi lokasi pelaksanaan program, yaitu Desa Totoharjo di Kecamatan Bakauheni dan Desa Kunjir di Kecamatan Rajabasa. Melalui pendekatan berbasis komunitas, diharapkan Green Pro dapat mendorong lahirnya wirausaha muda yang mampu memadukan potensi alam lokal dengan inovasi ramah lingkungan.
Sebagai bagian dari tahapan awal, tim Paluma Nusantara melakukan audiensi ke beberapa instansi pemerintah daerah untuk memperkuat sinergi dan koordinasi pelaksanaan program. Beberapa instansi yang dikunjungi meliputi Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHBUN), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), serta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH), dan Sekda Lampung Selatan.
Dari hasil pertemuan tersebut, TPHBUN menyampaikan ketertarikannya untuk menerapkan pertanian organik di kebun edukasi, sejalan dengan semangat ekonomi hijau yang diusung oleh Green Pro. Sementara Bappeda menekankan pentingnya koordinasi lintas OPD agar program ini mendapat dukungan dari berbagai sektor. Sementara itu DPMD melihat potensi pengembangan ekoeduwisata yang dapat mengangkat cerita dan kearifan lokal masyarakat desa, sedangkan DPKH menyatakan dukungannya terhadap pengembangan Kambing Boar melalui program pakan Siminggo, yaitu sistem integrasi limbah kakao sebagai pakan ternak.
Sekda Lampung Selatan, Supriyanto juga menyambut baik program Green Pro yang digagas oleh Paluma. Ia menangkap kehadiran program SPRINT 2 Dan Green Pro dengan semangat dan penuh kepercayaan akan adanya sinergitas NGO Paluma Nusantara dan OPD Lampung Selatan agar dapat memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan. Yuwono, Program Officer Green Pro menyatakan bahwa kolaborasi ini akan saling mendukung untuk mewujudkan cita-cita Bapak Bupati Lampung Selatan dalam membangun edu wisata di triangle potensi wisata Lampung Selatan.
Kolaborasi lintas sektor menjadi langkah penting untuk memastikan program Green Pro tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menghadirkan dampak sosial dan lingkungan yang berkelanjutan. Melalui program ini, para pemuda Lampung Selatan diharapkan mampu menjadi pelopor perubahan menuju masa depan yang hijau, berdaya, dan inklusif.
