Salah satu tim pemadam kebarakaran sedang memperagakan cara memadamkan api pada kebakaran kecil di rumah. Beberapa orang berdiri di belakangnya menyaksikan dan memotretSalah satu tim pemadam kebarakaran sedang memperagakan cara memadamkan api pada kebakaran kecil di rumah

Lampung Selatan — Musibah kebakaran masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat, terutama di kawasan padat penduduk seperti Desa Canti, Kecamatan Rajabasa. Banyak rumah yang berdiri rapat dan terbuat dari bahan mudah terbakar, sehingga risiko kebakaran meningkat jika tidak diimbangi dengan kesadaran dan pengetahuan pencegahan yang memadai.

Menyadari hal itu, pada 18 November 2025 Paluma Nusantara bekerjasama dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Lampung Selatan mengadakan Pelatihan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran bagi warga Desa Canti. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan memberikan keterampilan dasar menghadapi kebakaran rumah tangga.

Edukasi Pencegahan Jadi Langkah Utama

Pelatihan ini menekankan bahwa edukasi pencegahan kebakaran merupakan langkah paling efektif untuk menurunkan angka kejadian kebakaran. Kepala Desa Canti, Zakaria, menyampaikan bahwa banyak peristiwa kebakaran terjadi karena kelalaian kecil di dapur atau korsleting listrik.

“Selama ini masyarakat belum banyak memahami teknik penanggulangan yang benar. Melalui pelatihan ini, warga bisa belajar langsung dari ahlinya,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Nanang Priyana dari Paluma Nusantara. Ia menekankan pentingnya kemampuan masyarakat untuk melakukan pertolongan pertama sebelum bantuan Damkar tiba.

“Waktu tempuh dari desa ke pos Damkar bisa lebih dari 15 menit. Karena itu, warga perlu tahu cara bertindak cepat dan aman saat kebakaran terjadi,” jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan, Paluma Nusantara juga menyerahkan alat pemadam api ringan (APAR) kepada Kantor Desa Canti. Diharapkan alat ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan warga terhadap potensi kebakaran.

Mengenal Penyebab Kebakaran

Menurut Hendri dari Damkarmat Lampung Selatan, sebagian besar kebakaran disebabkan oleh faktor non-alam atau kelalaian manusia (human error). Adapun penyebab kebakaran dapat dibagi menjadi dua kategori utama:

1. Faktor Alam

  • Cuaca panas ekstrem atau kemarau panjang
  • Sambaran petir
  • Aktivitas vulkanik

2. Faktor Non-Alam (Human Error)

  • Kompor gas dibiarkan menyala tanpa pengawasan
  • Korsleting listrik akibat instalasi tidak sesuai standar
  • Penggunaan colokan bertumpuk
  • Pembakaran sampah dan lahan tanpa pengawasan
  • Puntung rokok atau obat nyamuk bakar yang dibiarkan menyala
  • Anak bermain api atau petasan tanpa pengawasan orang tua

Latihan Praktis: Dari Dapur hingga APAR

“Sebagian besar kebakaran berawal dari hal kecil yang diabaikan. Karena itu, kesadaran dan kehati-hatian di rumah menjadi kunci utama,” tegas Hendri.

Selain teori, peserta juga mendapatkan praktik langsung, termasuk cara menangani kebakaran akibat kompor gas dan penggunaan APAR yang benar. Pelatihan ini penting agar masyarakat tidak panik dan mampu bertindak cepat di saat darurat.

“Poin penting dalam menghadapi kebakaran adalah tetap tenang. Saat kita bisa mengendalikan diri, kita bisa mengambil tindakan yang tepat,” tambah Hendri.

Melalui kegiatan seperti ini, Paluma Nusantara berharap muncul budaya sadar risiko di tingkat desa. Edukasi yang terus menerus diyakini dapat mengurangi angka kejadian kebakaran dan melindungi keselamatan warga.

Semoga Desa Canti menjadi contoh bagi wilayah lain dalam membangun desa tangguh bencana, khususnya dalam upaya pencegahan kebakaran berbasis masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *