Kebakaran masih menjadi ancaman serius, terutama di wilayah permukiman padat penduduk. Dalam hitungan menit, api dapat menimbulkan kerugian besar dan membahayakan keselamatan warga. Karena itu, peningkatan kapasitas masyarakat dalam pencegahan dan penanganan awal kebakaran menjadi langkah penting dalam mengurangi risiko bencana.
Pada 17 November 2025, Paluma Nusantara bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Lampung Selatan menyelenggarakan Pelatihan Pencegahan dan Pertolongan Kebakaran di Aula Balai Desa Rajabasa. Kegiatan ini diikuti sekitar 40 peserta dari unsur Destana, masyarakat, dan Pemerintah Desa.
Dalam sesi materi, peserta mendapatkan pemahaman mengenai potensi bahaya kebakaran, langkah pencegahan, hingga teknik penanganan awal saat kebakaran terjadi. Pelatihan dilanjutkan dengan praktik langsung penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan simulasi pemadaman yang dipandu oleh tim Damkar. Dengan pelatihan ini, masyarakat Desa Rajabasa diharapkan semakin siap, sigap, dan tanggap dalam menghadapi keadaan darurat sehingga risiko dan dampaknya dapat diminimalkan.
Kepala Dinas Damkarmat Lampung Selatan, Sefri Masdian, dalam sambutannya menegaskan bahwa kebakaran bukan hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga berdampak pada kondisi sosial masyarakat. Karena itu, edukasi mengenai pencegahan dan respons kebakaran sangat penting dilakukan secara berkelanjutan.
Ia juga menekankan bahwa Desa Rajabasa memiliki tingkat risiko kebakaran yang cukup tinggi karena beberapa faktor, seperti permukiman padat, jarak tempuh petugas Damkar yang cukup jauh, kawasan Gunung Rajabasa yang rawan kebakaran hutan, fenomena alam, serta praktik pembukaan lahan.
“Upaya pencegahan harus dilakukan baik di wilayah permukiman maupun kawasan pegunungan,” ujar Sefri.

Langkah-Langkah Pencegahan Kebakaran yang Bisa Dilakukan Masyarakat
Untuk mengurangi risiko kebakaran di lingkungan tempat tinggal, masyarakat dapat menerapkan beberapa langkah berikut:
- Menyediakan APAR di lingkungan tempat tinggal. Siapkan minimal satu unit APAR per lingkungan atau dusun agar penanganan awal dapat dilakukan lebih cepat tanpa menunggu petugas tiba.
- Memperhatikan benda-benda pemicu api. Tempatkan lilin di posisi aman, pastikan kompor tidak bocor, dan jangan biarkan anak-anak bermain mercon terutama menjelang Ramadhan.
- Gunakan instalasi listrik sesuai standar. Hindari colokan bertumpuk dan pilih kabel listrik berkualitas.
- Hindari membuka lahan dengan cara membakar. Pastikan puntung rokok benar-benar padam sebelum dibuang.
- Bagi warga yang membuka lahan atau bekerja di kebun: pastikan api sudah benar-benar mati sebelum meninggalkan lokasi dan tidak meninggalkan bara hidup.
Pelatihan berlangsung aktif, dan seluruh teknik pemadaman menggunakan kompor, tabung gas, karung basah, hingga APAR berhasil dipraktikkan oleh peserta. Dengan meningkatnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat, Desa Rajabasa diharapkan semakin tangguh dalam menghadapi ancaman kebakaran serta mampu memperkuat upaya pengurangan risiko bencana di tingkat desa.
