LAMPUNG SELATAN (siarlamsel.com ) – Keberadaan relawan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) ditengah masyarakat sejatinya menduduki peran krusial, terlebih diwilayah rentan. Mengingat, musibah alam terkadang datang menimpa, tanpa seorangpun mampu mencegah dan memprediksi sebelumnya.

Dalam kondisi genting, para relawan Desatana tak pelak menjadi ujung tombak. Tim Reaksi Cepat (TRC) tanggap bencana adakalanya tanpa komando dan aba aba, mereka dengan sukarela singsingkan lengan baju turun kelapangan, untuk membantu masyarakat desa yang membutuhkan pertolongan akibat bencana alam.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan (PK) Badang Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Selatan (Lamsel) Erwan, mewakili Plt. Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Lamsel Maturidi, saat membuka kegiatan Pengesahan Rencana Kontijensi Desa Rajabasa, Kecamatan Rajabasa tahun 2026, di balai desa setempat pada Jum’at, (24/10/2025).

foto doc siarlamsel.com

Mengapa peran relawan Destana sangat krusial ?

Lebih lanjut Erwan mengatakan, petugas TRC BPBD Lamsel tercatat hingga hari ini jumlahnya tidak banyak, baru mencakup 24 orang. Tak ayal adanya relawan seperti misal Destana, menjadi aset primer untuk menjangkau masyarakat hingga ke pelosok, sebagai sambung tangan pemerintah daerah.

Meski begitu, perhatian BPBD Lamsel terhadap para relawan (Destana_red) diakuinya sampai detik ini belum optimal, mengingat keterbatasan anggaran yang dimiliki.

Ditahun 2025 saja kata Erwan, BPBD terdampak efisiensi pengurangan anggaran hingga 50 persen. Memasuki persiapan tahun anggaran 2026 prosentase efisiensi anggaran naik sampai 70 persen.

Erwan mengatakan, untuk itu pihaknya sangat menyambut baik dan mengapresiasi keberadaan Paluma Nusantara di Lampung Selatan sebagai mitra strategis. Tak dipungkiri, sebagi mitra Non Goverment Organitation (NGO) kontribusi Paluma Nusantara beberapa tahun belakangan dinilai sangat membantu dalam pembangunan.

Paling pokok, Erwan menyebut, program dibidang pemberdayaan. Mulai dari membangun ketangguhan masyarakat, baik dari segi menghadapi bencana maupun peningkatan ekonomi pasca bencana.

” Jangan sia siakan program ini,” pinta Erwan, terhadap Forum Penanggulangan Bencana (FPRB) Desa Rajabasa.

Menanggapi persoalan instentif relawan Desatana, ia mengatakan, pihaknya kini tengah membangun komunikasi intens kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung Selatan.

” Ada harapan, kami (BPBD) tengah memperjuangkannya melalui komunikasi intens ke pak Sekda. Dalam waktu dekat kami akan audiensi mengenai apa sih insentif ini. Mudah Mudahan tahun 2025 ini ada. Bismillah bisa,” tukasnya.

Hadir dalam kegiatan, Manager Project Paluma Nusantara Nanang Priyana dan tim, Sekdes Rajabasa Saiful Ismail, FPRB, serta ketua dan relawan Destana Desa Rajabasa. (Sfy)

Sumber: https://siarlamsel.com/insentif-relawan-destana-bpbd-lamsel-akan-perjuangkan-hingga-tingkat-audiensi/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *