
Lampung Selatan – Penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) dilaksanakan dalam rangka project Strengthening Partnerships for Community Resilience in Indonesia and Timor-Leste (SPRINT), yang dilangsungkan selama tiga hari. Kegiatan ini, dihadiri oleh Organisasi Penyandang Disabilitas (OPDIS) dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Desa Rajabasa. Bertempat di Balai Desa Rajabasa, Jumat, Sabtu dan Senin (15,16&18/03).Dokumen KRB merupakan perangkat untuk menilai kemungkinan dan besaran kerugian akibat ancaman bencana yang ada. Dokumen ini, menjadi dasar yang penting dalam penyusunan dokumen-dokumen perencanaan penanggulangan lainnya. Kegiatn ini, melibatkan FPRB Desa Rajabasa. M. Syahli selaku anggota FPRB, mengatakan harapannya agar berkurangnya risiko kekeringan yang dapat terjadi pada musim kemarau.

“Harapan kedepannya semoga program ini dapat mengurangi risiko kekeringan dalam bidang pertanian di Desa Rajabasa,” katanya diwawancarai pada Senin (18/03). M. Syahli juga menambahkan dokumen kebencanaan yang telah disusun diharapkan dapat memberikan manfaat untuk masyarakat“Dokumen yang tersusun ini, mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk warga Desa Rajabasa dan sekitarnya,” ujarnya diwawancarai pada Senin (18/03). (Adf)