
Lampung Selatan – Penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB)dilaksanakan dalam rangka project Strengthening Partnerships for Community Resilience in Indonesia and Timor-Leste (SPRINT), yang dilangsungkan selama tiga hari. Kegiatan ini, dihadiri oleh Organisasi Penyandang Disabilitas (OPDIS) dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Desa Canti. Bertempat di Balai Desa Canti, Rabu, Kamis dan Selasa (13,14&19/03).
Dokumen KRB merupakan perangkat untuk menilai kemungkinan dan besaran kerugian akibat ancaman bencana yang ada. Dokumen ini, menjadi dasar yang penting dalam penyusunan dokumen-dokumen perencanaan penanggulangan lainnya. Kegiatn ini, melibatkan FPRB Desa Canti.

Rahman Effendi selaku anggota FPRB, mengatakan KRB dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait risiko bencana
“Kajian Risiko Bencana bisa meningkatkan pemahaman masyarakat tentang risiko bencana,” katanya diwawancarai pada Selasa (19/03).
Rahman Effendi menambahkan harapannya agar dokumen yang telah dibuat dapat menjadi acuan oleh Desa
“Harapannya dokumen KRB bisa dijadikan acuan, baik bagi Desa Canti maupun Desa lainnya,” ucapnya diwawancarai pada Selasa (19/03).