Kolase foto kegiatan UMKM di Lampung Selatan, menampilkan pameran produk camilan lokal, tim produksi kerupuk rengginang, dan pemberian penghargaan kepada pelaku usaha wanita dalam acara Hari Kartini.

Kalianda — Peringatan Hari Kartini yang digelar di Pantai Semukuk Indah, Desa Pauh Tanjung Iman, Kecamatan Kalianda, Selasa (21/4/2026), menjadi momentum apresiasi bagi perempuan-perempuan inspiratif di Lampung Selatan. Dalam kegiatan yang dibuka oleh Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, S.T., M.Pd., sejumlah perempuan inspiratif menerima penghargaan Wanita Helau Kabupaten Lampung Selatan atas dedikasi dan kontribusinya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dua penerima penghargaan tersebut yakni Rupiani dari Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, dan Iis Nurmayanti dari Desa Suak, Kecamatan Sidomulyo. Keduanya merupakan perempuan tangguh yang membangun usaha dari bawah, dengan pendampingan dari Tim Paluma, hingga kini produk olahan mereka mampu menembus pasar di luar Pulau Sumatra.

Rupiani (43), Ketua Kelompok Minan Kunjir, dikenal melalui inovasi rengginang seafood, olahan makanan tradisional yang dipadukan dengan hasil laut seperti ikan, cumi-cumi, udang, hingga kepiting. Usaha yang dirintis sejak 2019 itu kini telah dipasarkan hingga Jakarta Timur, Jambi, Yogyakarta, Bandar Lampung, dan berbagai wilayah di Lampung Selatan.

Tak hanya fokus mengembangkan usaha, Rupiani juga memberdayakan ibu-ibu yang tergabung dalam PEKKA dan keluarga penyandang disabilitas untuk memproduksi kue basah yang dijual setiap pagi di kios desa. Upaya tersebut dinilai membantu meningkatkan perekonomian keluarga di Desa Kunjir. Bahkan, Kelompok Minan Kunjir pernah menerima kunjungan dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kelautan, BNPB, hingga lembaga ASB Jerman.

Sementara itu, Iis Nurmayanti (35) mengembangkan usaha tepung pisang beserta produk turunannya seperti brownies pisang atau Bronpis. Usaha ini mulai dirintis sejak 2021 usai mengikuti pelatihan dari Politeknik Negeri Lampung (Polinela), yang kemudian diperkuat melalui pendampingan program Tangguh Siap kerja sama ASB-BMZ dan Paluma.

Selain menjadi pelaku UMKM, Iis juga aktif sebagai Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Tepian Suak serta menjabat Sekretaris PKK Desa Suak. Semangat pemberdayaannya juga terlihat melalui keterlibatannya mendampingi organisasi penyandang disabilitas di desanya.

Penghargaan Wanita Helau yang diberikan kepada Rupiani dan Iis menjadi bentuk pengakuan atas perjuangan perempuan dalam menggerakkan ekonomi lokal sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar. Kisah keduanya menjadi cerminan semangat Kartini masa kini, perempuan yang mandiri, inovatif, dan memberi dampak bagi lingkungan.

Peringatan Hari Kartini tahun ini pun tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi juga ruang apresiasi bagi perempuan-perempuan hebat yang terus berkarya dari desa untuk Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *