Lampung Selatan – Paluma Nusantara mengadakan “Lokakarya Penguatan Kelembagaan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Provinsi Lampung,” yang dibuka oleh Julian Arinaldy, selaku Analis Kebijakan BPBD Provinsi Lampung. Kegiatan ini dihadiri oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung, BPBD Lampung Selatan, FPRB Provinsi Lampung, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI), Wanacala, LK21, Mitra Bentala, serta peserta lainnya, di De Green City Hotel Lampung, Kamis (28/03).

Dalam sambutannya, Julian Arinaldy mengatakan kesan mitigative dapat menguatkan berbagai aspek, dengan adanya Rencana Penanggulangan Bencana, sumber daya kolektif masyarakat, akan menjadikan masyarakat yang tangguh bencana

“PRB lebih menguatkan kesan mitigative di dalam semua aspek baik pemprov, yang dimanfaatkan sumber daya kolektif masyarakat dan menjadikan masyarakat yang tangguh bencana,” katanya

Ketua FPRB Provinsi Lampung Aris Suryono, mengatakan harapannya agar lembaga yang berperan aktif dalam kemanusiaan dan kebencanaan dapat memberikan dukungan

“Saya sangat mengharapkan dukungan dari lembaga yang aktif di kegiatan kemanusiaan dan pemerhati kebencanaan,” ujarnya

Nanang Priyana selaku Project Manager program SPRINT menambahkan  program ini memiliki program prioritas, yaitu meningkatkan kapasitas kelembagaan masyarkat dalam kebencanaan

“Program Mitra Tangguh yang berada di dua desa, Desa Canti dan Desa Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan, yang utama adalah mitigasi bencana yaitu penguatan kapasitas kelembagaan masyarakat untuk kebencanaan,” ucapnya. (adf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *