Lampung Selatan –Melalui program Strengthening Partnership for Community Resilience in Indonesia and Timor-Leste (SPRINT), PALUMA Nusantara mengadakan kegiatan Lokakarya Penyusunan Dokumen Kajian Risko Bencana (KRB), yang dibuka langsung oleh Saifullah Ismail, selaku Sekretaris Desa. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari dan dihadiri oleh Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Desa Rajabasa, Organisasi Penyandang Disabilitas (OPDIS) Desa Rajabasa, serta peserta lainnya. Bertempat di Balai Desa Rajabasa, Jumat-Sabtu (01-02/03).

Saifullah Ismail mengatakan partisipasi tim relawan FPRB dibutuhkan dalam kegiatan ini, sehingga diperlukan adanya pemaparan terkait program kerja dan dokumen yang akan disusun.

“Kesempatan kali ini banyak melibatkan relawan yaitu, FPRB Rajabasa. Dimana program kerja kita harus ada dokumen karna itu kita perlu ada kajian-kajian yang akan dipaparkan,” ucapnya.

Nanang Priyana, selaku project manager program SPRINT dalam sambutannya mengatakan, dengan dilakukannya penyusunan dokumen KRB masyarakat akan lebih mengetahui potensi bencana yang mengancam desanya dan bagaimana cara menghadapinya.

“Dokumen kajian risiko bencana ini penting bagi kita, supaya kita sebagai warga desa di desa rajabasa ini mengenali risiko bencana yang kita hadapi,” ujarnya.

Nanang Priyana menambahkan bahwasannya kegiatan yang berkaitan dengan dokumen KRB, akan dilakukan dua kali. Kegiatan yang pertama adalah peningkatan kapasitas dalam menyusun dokumen, kegiatan yang kedua adalah penyusunan dokumen.

“Dalam rangkaian kegiatan penyusunan dokumen kajian risiko bencana ada dua kegiatan, yang pertama kegiatan lokakarya yang bersifat mengembangkan kapasitas, memahami bagaimana isi dari dokumen kajian risiko bencana. Kedua, akan ada pertemuan-pertemuan untuk menyusun dokumen itu sendiri,” ucapnya. (adf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *