
Lampung Selatan – PALUMA Nusantara mengadakan sosialisasi program Strengthening Partnership for Community Resilience in Indonesia and Timor Leste (SPRINT) dengan mengusung tema “Membangun Kemitraan Untuk Ketangguhan Masyarakat Kabupaten Lampung Selatan,” yang dibuka oleh Ariswandi, selaku Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Sebanyak 72 orang menghadiri kegiatan ini, diantaranya adalah BPBD Provinsi Lampung, BPBD Lampung Selatan, Mitra Bentala, Mitra Asian Disaster Preparedness Centre (ADPC), serta peserta sosialisasi lainnya, di Aula Krakatau Pemda Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (12/01).
Dalam sambutannya, Ariswandi mengatakan agar pemerintah desa dan pihak terkait, memberikan dukungan pada program yang akan dilaksanakan oleh Paluma Nusantara, di desa Rajabasa dan desa Canti (Kecamatan Rajabasa), serta dilaksanakan oleh Mitra Bentala di desa Kelawi (Kecamatan Bakauheni) dan desa Maja (Kecamatan Kalianda). Hal ini demi mewujudkan masyarakat yang tangguh dalam menghadapi bencana khususnya di daerah rawan bencana seperti Lampung Selatan.
“Program ini berjalan selama 9 bulan, saya mohon untuk Kades dan Camat agar diberikan dukungan dan respon cepat karena dengan adanya program ini akan memberikan pengetahuan pada masyarakat agar ketika bencana tidak gugup dan tidak banyak korban jiwa,” ucapnya.

Umi Azizah mewakili dari Paluma Nusantara, dalam sambutannya menyampaikan sangat mengapresiasi dukungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pemerintah kabupaten Lampung Selatan dalam pelaksanaan program yang telah dilakukan sebelumnya dan mengharapkan dukungan untuk program selanjutnya yaitu Mitra Tangguh.
“Kita memberikan apresiasi terhadap OPD yang telah memberikan dukungan, dari beberapa pengalaman yang telah kami lakukan, OPD lampung selatan sangat mendukung berkaitan dengan program yang berkolaborasi dengan pemerintah. Kami minta dukungan untuk program Mitra Tangguh, sehingga program kita dapat dilanjutkan sampai dengan selesai,” katanya.